Tuesday, June 18, 2013

Bisnis Untuk Mahasiswa Yang Menjanjikan

Es Krim Kulit Pisang

Beberapa contoh produk es krim yang terbuat dari kulit pisang, hasil karya mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timut. Selasa (05/06/2012). | KOMPAS.com/Yatimul Ainun
MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa Fakultas Pertanian jurusan Agribisnis Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jawa Timur  berhasil menciptakan es krim yang dibuat dari limbah kulit pisang.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut di antaranya, Sayyidah Anggun, Ratna Dumilah, Ichwal Januraga, dan Eygina Yesphine. Mereka yang berhasil mengubah kulit pisang menjadi es krim lezat kaya vitamin.

Menurut Ichwal, pembuatan es krim kulit pisang itu, berawal dari tugas perencanaan bisnis dari dosen pengampu, Heru Santoso Hadi. "Dalam tugas itu, saya dan teman-teman ditantang untuk membuat produk yang unik dan berinovasi," kata Ichwal.

Pada saat pembagian tugas, kata Ichwal, kebetulan kelompoknya mendapatkan buah pisang untuk bahan dasarnya. "Awalnya kami mempunyai ide membuat tas dari kulit pisang. Namun setelah kami pikir ulang, ternyata justru memakan banyak biaya," katanya.

Kala kelompok itu sedang makan es krim, secara tiba-tiba, muncul ide membuat es krim dari kulit pisang. "Berawal dari ide itu, kami semangat untuk mencari cara bagaimana membuat es krim dari kulit pisang, yang nikmat, namun tidak terasa pahit di lidah," jelasnya.

Sayyidah Anggun menambahkan, agar kulit pisang tidak terasa pahit, dalam pengolahannya, kulit pisang akan dibersihkan dan direbus dengan menggunakan air gula. "Setelah itu, kulit pisang dihaluskan dan diambil ekstraknya. Setelah kulit pisang dihaluskan, kulit pisang diekstrak dan dicampur dengan adonan es krim dan diberi berbagai macam rasa," kata Sayyidah.

Kulit pisang yang menjadi bahan dasar es krim, tidak sembarangan kulit pisang. "Kulit yang digunakan adalah kulit pisang yang masih segar dan bersih," kata Sayyidah.

Saat proses pembuatan es krim, kelompok ini banyak mengalami beberapa kendala. Salah satunya, kesulitan mencari kulit pisang. "Karena tidak ada pengepul kulit pisang. Yang ada penjual pisangnya. Jadi harus beli dengan pisangnya," kata Sayyidah lagi.

Selama ini, untuk mendapatkan kulit pisang, Ichwal dan kawan-kawannya, berusaha mencari di penjual gorengan. Yang pisangnya digunakan pisang goreng.

Selain kesulitan mencari kulit pisang, mereka juga kesulitan mencari kulit pisang yang sebanding dengan kandungan yang ada di dalamnya. Yakni, kulit pisang yang mempunyai vitamin lebih besar dibandingkan daging buahnya.  "Kulit pisang, ternyata mempunyai kandungan vitamin A, B, dan C serta protein, kalsium, dan lemak nabati yang cukup. dengan berhasil menemukan kandungan di kulit pisang itu, karya kami berhasil menjadi juara satu produk unggulan Agribisnis yang digelar di UB," kata Sayyidah.

Produk mahasiswa Unibraw tersebut, dijual dengan harga Rp 3.000 per cup-nya dan mempunyai variasi rasa seperti cokelat, cappucino, vanila, dan strawberry. "Semoga produk kami dan teman-teman itu, berharga untuk rakyat Indonesia,"  ungkap Anggun.


sumber : http://regional.kompas.com/read/2012/06/05/14202512/Ini.Dia.Es.Krim.Kulit.Pisang.dari.Malang

Wednesday, June 5, 2013

Usaha Makanan yang Menjanjikan dari Kriuknya Keripik Kulit Pisang


Seperti yang kita tahu pisang adalah buah yang banyak mengandung banyak vitamin serta kandungan gizi yang bermanfaat untuk tubuh. Orang sudah banyak menikmati kelezatan dan kandungan gizi pada buah pisang. Tetapi belum banyak yang melirik kelezatan dari kulit pisang. Selama ini mungkin orang hanya menikmati buahnya saja, padahal kulitnya bisa menjadi bahan olahan yang tak kalah enak.
Usaha Makanan yang Menjanjikan
Kulit pisang pun bisa dijadikan makanan ringan seperti keripik kulit pisang. Meski kulit pisang merupakan hasil samping, namun kandungan gizinya tak kalah dari buahnya. Kulit pisang juga mengandung serat yang cukup tinggi, vitamin C, B, kalsium, protein, serta karbohidrat. Hasil penelitian di Universitas Kedokteran Taichung Chung Shan, Taiwan, memperlihatkan bahwa ekstrak kulit pisang ternyata berpotensi mengurangi gejala depresi serta menjaga kesehatan retina mata.
Selain kaya vitamin B6, kulit pisang juga banyak mengandung serotonin yang sangat vital untuk menyeimbangkan mood. Selain itu, ditemukan pula manfaat ekstrak pisang untuk menjaga retina dari kerusakan cahaya akibat regenerasi retina. Olahan kulit pisang dapat dinikmati dalam keripik kulit pisang. Hal ini menjadi peluang usaha makanan yang menjanjikan. Kini para pengusaha keripik pisang tak perlu ragu untuk memanfaatkan kulit pisang menjadi olahan keripik kulit pisang.
Kelezatan keripik kulit pisang tak kalah dengan olahan keripik pisang. Untuk memberikan variasi rasa, taburkan bumbu tabor pada keripik kulit pisang. Keripik kulit pisang dapat dikemas dalam kemasan plastik PP (Poliprophilen). Pilihlah plastik PP dengan ketebalan yang cukup agar produk tetap renyah. Kemaslah dengan menggunakan sealer (penyegel), jangan menggunakan lilin. Beri label pada kemasan plastik, namun sebaiknya label tak dimasukkan dalam kemasan sehingga kontak langsung dengan produk. Hal ini dilakukan untuk menjaga sanitasi serta higienitas produk.
Cara membuat keripik kulit pisang termasuk usaha makanan yang menjanjikan ini :
Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah; kulit pisang, air kapur, garam, gula serta tepung.
Cara mengolah kulit pisang menjadi keripik:
# Kulit pisang dicuci hingga bersih
# Buat larutan kapur dengan mengambil setengah sendok teh kapur ke dalam 1 liter air
# Rendamlah kulit pisang dalam larutan air kapur selama 20 menit
# Buat larutan garam dengan mengambil sesendok teh garam dan dilarutkan dalam 1 liter air
# Rendam 20 menit kulit pisang dalam larutan garam
# Buat larutan gula dengan mengambil 3 sendok makan gula dan dilarutkan dalam 1 liter air
# Rendam kulit pisang dalam larutan gula selama 20 menit
# Jemur kulit pisang hingga kering (8 jam)
# Goreng kulit pisang kering hingga kuning kecoklatan
# Untuk penggorengan dengan tepung, lakukan kembali langkah nomor 4-7 dan masukkan kulit pisang dalam adonan tepung
# Jika keripik pisang mulai berwarna kuning, angkat dan tiriskan
Jika kita pasarkan dengan serius, maka ini bisa menjadi usaha makanan yang menjanjikan dengan banyak keuntungan.

SUMBER :  http://kuncibisnis.com

Wednesday, May 15, 2013

Bisnis Keripik Daun Bambu Yang Menjanjikan


Keripik Daun Bambu

Tak bisa kita pungkiri bila potensi tanaman bambu di Indonesia sangatlah melimpah. Bahkan, tidak hanya batangnya saja yang bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan bangunan maupun bahan baku untuk membuat kerajinan tangan. Batang bambu muda alias rebung juga sering dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan.Namun, apakah Anda pernah mengira bahwa daun bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan ringan yang lezat dan juga kaya manfaat?
Tiga mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yakni Ayu Siti Rochmah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni UNY, serta kedua rekannya Rakhma Novita Sari dan Dwi Endah Suryaningtyas dari Jurusan Teknik Boga Fakultas Teknik UNY, tahun lalu mendapatkan dana dari Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) 2012 berkat kejeliannya mengolah daun bambu menjadi produk camilan baru berupa kerupuk daun bambu yang dikenal dengan nama “Kedapring”.
Ide kreatif ini mulai mereka kembangkan setelah mempelajari tradisi masyarakat China yang memanfaatkan ramuan obat dari daun bambu untuk menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit. Seperti kita ketahui bersama, selama ini di negara kita daun bambu hanya dijadikan sebagai sampah yang tak bernilai, padahal di negara asalnya (China) daun bambu dikonsumsi masyarakat setempat karena memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.
Daun bambu mengandung zat-zat aktif yang bermanfaat bagi tubuh manusia, seperti misalnya flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, dan mikroelemen yang berkhasiat meredakan batuk, sesak napas, menurunkan lemak darah, kolesterol, serta mampu mengobati dan mencegah penyakit jantung, kanker, dan asam urat. Keunggulan inilah yang dilirik ketiga mahasiswi tersebut untuk dikembangkan menjadi peluang bisnis baru yang menjanjikan keuntungan cukup besar setiap bulannya.
Untuk memproduksi kerupuk daun bambu, Ayu dan kedua rekannya menggunakan cara yang terbilang sangat sederhana. Penasaran mengetahui proses produksinya?
Berikut kami informasikan bahan serta proses produksi kerupuk daun bambu yang bisa Anda coba dari dapur rumah Anda.
Resep Kerupuk Daun Bambu
Bahan-bahan :
  • Tepung tapioka 500 gram
  • Tepung terigu 100 gram
  • Garam 25 gram
  • Gula pasir 35 gram
  • Bawang putih 35 gram
  • Kapur sirih satu sendok makan
  • Air 350 ml
Cara Membuat :
  1. Pilih daun bambu yang masih muda (yang berwarna hijau)
  2. Bersihkan bulu daun bambu dengan cara direbus, kemudian dihaluskan menggunakan blender dengan sedikit campuran air
  3. Langkah ketiga campurkan tepung tapioka, tepung terigu, bawang putih yang sudah dihaluskan, serta garam dan gula, lalu diaduk dengan menambahkan cairan daun bambu yang sudah diblender dan air secukupnya ke dalam adonan.
  4. Aduk adonan hingga menjadi kalis (tidak lengket di tangan)
  5. Selanjutnya, cetak adonan secara merata pada sebuah besek lalu dikukus sampai benar-benar matang hingga warna adonan menjadi hijau bening.
  6. Bila adonan sudah matang, angin-anginkan kurang lebih 12 jam. Dan setelah mengeras bisa dipotong tipis-tipis dengan ketebalan kurang lebih 2 cm dan dikeringan di bawah sinar matahari.
  7. Jika irisan kerupuk mudah patah berarti sudah kering dan siap untuk digoreng.
  8. Goreng dalam minyak yang cukup dan kemas dalam plastic kedap udara. Kerupuk daun bambu alias Kedapri siap untuk dipasarkan.
Semoga informasi berita bisnis yang mengangkat kerupuk daun bambu, unik dan kaya manfaat ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi para pemula untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses!

Monday, May 13, 2013

Karakter Umum Seorang Wirausaha

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Prof. Iman S Sukardi, dia menemukan terdapat sembilan (9) karakteristik tingkah laku kewirausahaan yang paling sering ditemukan dalam penelitian-penelitian terhadap wirausaha berhasil di seluruh dunia



Karakter tersebut antara lain:

1. Sifat Instrumental


Dia dalam berbagai situasi selalu memanfaatkan segala sesuatu yang ada dalam lingkungannya demi tercapainya tujuan pribadi dalam berusaha.

2. Sifat Prestatif


Dia dalam berbagai situasi selalu tampil lebih baik, lebih efektif dibandingkan dengan hasil yang tercapai sebelumnya.

3. Sifat Keluwesan Bergaul


Dia selalu berusaha untuk cepat menyesuaikan diri dalam berbagai situasi hubungan antar manusia. Dia aktif bergaul, membina kenalan-kenalannya dan mencari kenalan baru, serta berusaha untuk dapat terlibat denan mereka yang ditemui dalam kegiatan sehari-hari.

4. Sifat Kerja Keras

Dia selalu terlibat dalam situasi kerja, tidak mudah menyerah sebelum pekerjaan selesai. Dia mengutamakan kerja dan mengisi waktu yang ada dengan perbuatan nyata untuk mencapai tujuan.

5. Sifat Keyakinan Diri


Dia selalu percaya pada kemampuan diri, tidak ragu-ragu dalam bertindak, bahkan berkecenderungan untuk melibatkan diri secara langsung dalam berbagai situasi dengan optimisme untuk berhasil.

6. Sifat Pengambilan Resiko


Dia selalu memperhitungkan keberhasilan dan kegagalan dalam setiap kegiatannya khususnya untuk mencapai keinginannya. Dia akan melangkah bila kemungkinan untuk gagal tidak terlalu besar.

7. Sifat Swa Kendali


Dia dalam menghadapi berbagai situasi selalu mengacu pada kekuatan dan kelemahan pribadi dan batas-batas kemampuan dalam berusaha. Dia selalu menyadari dengan adanya pengendalian diri ini maka setiap kegiatannya menjadi lebih terarah dalam mencapai tujuannya.

8. Sifat Inovatif


Dia selalu mendekati berbagai masalah dengan berusaha menggunakan cara-cara baru yang lebih bermanfaat. Dia terbuka terhadap gagasan, pandangan, dan penemuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerjanya. Dia tidak terpaku pada masa lalu, tapi selalu berpandangan ke depan untuk mencari cara-cara baru atau memperbaiki cara-cara yang biasa dilakukan orang lain untuk peningkatan kinerja. Dia cenderung melakukan sesuatu dengan cara yang khas, unik dari hasil pemikirannya. Termasuk dalam sifat inovatif ini adalah kecenderungan untuk selalu meniru tetapi melalui penyempurnaan tertentu (imitatif inovatif).

9. Sifat Kemandirian

Dia selalu mengembalikan perbuatannya sebagai tanggung jawab pribadi. Keberhasilan dan kegagalan merupakan konsekuensi pribadi wirausaha. Dia mementingkan otonomi dalam bertindak, pengambilan keputusan dan pemilihan berbagai kegiatan dalam mencapat tujuan. Dia lebih senang bekerja sendiri, menentukan dan memilih cara kerja yang sesuai dengan dirinya. Ketergantungan pada orang lain merupakan suatu yang bertentangan dengan kata hatinya. Dia dapat saja bekerja dalam kelompok selama mendapat kebebasan bertindak dan dalam mengambil keputusan.

Sembilan karakteristik wirausaha diatas ternyata ditemukan terdapat pada wirausaha-wirausaha di seluruh dunia yang menjadi objek penelitian. (*wirausaha.net)



sumber : http://artikelbisnisusaha.blogspot.com

Monday, April 15, 2013

5 Online Marketing Strategies for a Tight Budget

n a world where attention is currency, it's becoming increasingly more difficult to attract the eyes and ears of your target market. Not only are you up against larger companies with nicely funded marketing departments, you're also competing with social media and a multitude of other distractions for the attention of your prospects. But that doesn't mean your marketing efforts have to cost a ton of money or be overly dramatic in order to stand out from the crowd. Here are five creative and inexpensive ways to market your business in a digital world: 1. Get endorsed by a local celebrity. Many business owners dream of having their product or service endorsed by a global celebrity. But instead of trying to get a superstar to support your business, try seeking out a local celebrity instead. The only catch: you'd like to follow up with them in a few days to get their honest feedback. Their responses can make for useful blog or marketing content. 2. Create a LinkedIn group. Not only is a LinkedIn group free to create, it can enable you to offer your professional network a vibrant, useful information resource all while driving traffic to your site and increasing sales. Just don't use the platform to hard sell anyone. It can take time and effort to get one going, but the goal should be to help provide resources and start discussions on topics that can benefit your community. Groups should also be a place for your members to network with other professionals online. 3. Get published on niche blogs. While it may be difficult to get on the front cover of a major magazine, you can create marketing opportunities by being featured in a popular niche blog. Identify three to five blogs that target your market then contact the creator and offer a few ideas of how you'd like to bring value to his or her readers. You can: Demonstrate good will by offering the niche blog owner a small amount of your product or service for free, which they can give away to their audience as a gift. This is different than a product review, which only offers information. Send ideas for blog posts you'd like to write and explain why they would be helpful for their readers. Ask if you can interview them for your site. This might entice the blog manager to promote your content since it highlights his or her business. 4. Create videos for YouTube. With more than 800 million unique visitors a month, YouTube can be a powerful platform for marketing a business online. To do so, go beyond simply posting random videos of your product or sharing your thoughts. The marketing videos you create should include the following elements: A keyword-researched headline A clear editorial message (don't try to accomplish too much in one video) A call to action (tell the viewer to do something, such as subscribing to your channel) While you can spend a small fortune on cameras, lighting equipment and editing software, the camera built into your smartphone should be able to capture suitable online video. As for editing, if you're on a Mac, for instance, you should already have iMovie in your applications. Even if you don't have a Mac you can find free software online or hire a professional editor on sites such as Fiverr.com, possibly for as little as $5 depending on the scope of the work. 5. Write an e-book about the biggest issues in your industry. No longer do you need a publishing company or thousands of dollars to get distribution for a book. Amazon, for instance, will let you upload a digital book for free, with a 33 percent take on every sale. The goal is not to make a profit from direct book sales but to use it as a lead generation tool, encouraging readers to opt into your website for further information. Even time-strapped entrepreneurs who aren't great writers should consider this. You can search sites like E-lance or Odesk to hire an affordable ghostwriter who can help you convert your blog posts or audio recordings into book format. When it comes to marketing your book, set the price between $1 and $5 -- which makes it affordable -- then use social media, video marketing and e-mail list marketing to promote it. To generate more leads, keep in mind that Amazon allows prospective buyers of your book to take a sneak peek of the first few pages. Be sure to embed links into these early pages so you can capture leads from people who were interested but didn't wind up buying your book. sources :